logo vranti kuning-min

Blog

DIY Totebag Tie Dye, Cukup dengan 7 Langkah Mudah

diy totebag tie dye

Totebag tie dye banyak digemari seiring dengan kembali populernya motif tie dye. Motif ini memang memiliki daya tarik sendiri, ada kesan etnik tradisional yang melekat pada motif ini, yang tentunya tidak bisa dipisahkan dari proses pembuatannya yang unik.

Disebut unik, karena teknik pewarnaan untuk menghasilkan motif tie dye membutuhkan imajinasi akan warna dan bentuk dari pengrajin. Pewarnaan tie dye didapat dengan mengikat, memutar, melipat kain dan mencelupnya ke pewarna. Motif tie dye yang terbentuk merupakan hasil dari cairan pewarna yang gagal menembus kain karena terhambat oleh lipatan, putaran, atau ikatan.

Sejarah Perkembangan Motif Tie Dye

Banyak informasi mengatakan bahwa motif tie dye berkembang di Amerika tahun 1960-an. Informasi yang sebenarnya kurang akurat. Tahun 1960-an motif tie dye memang mencapai puncak kepopulerannnya di AS oleh kaum Hippie, namun motif tie dye ditemukan jauh sebelum 1960 dan bukan di benua Amerika melainkan di Benua Asia.

Bukti tertulis paling awal tentang pewarnaan ikat (tie dye) berasal dari Cina dan Jepang. Pewarna yang digunakan menggunakan bahan dari alam seperti buah beri, daun, akar, dan bunga.  

Sekarang ini, motif tie dye bisa didapatkan dengan menggunakan pewarna sintetis. Hadirnya pewarna sintetis memungkinkan pengrajin tie dye memperluas spektrum warna dan corak pada hasil karyanya sehingga tie dye semakin mejangkau banyak selera pasar.

Aneka Motif Totebag Tie Dye

Motif tie dye selalu bisa meningkatkan daya tarik produk kain, tidak terkecuali totebag. Ada beberapa jenis motif tie dye yang cocok diterapkan pada totebag :

1. Motif Shibori

totebag tie dye motif shibori
Beatriz Da Costa

Motif shibori adalah teknik melukis kain dari Jepang dengan melilit, mengikat, melipat kain dan mencelupkannya ke pewarna yang berasal dari tanaman indigo. Pewarna dari tanaman indigo ini menjadi ciri khas kain shibori,yang berwarna biru. Warna indigo ini juga menjadi pembeda shibori dari tie dye yang cenderung berwarna cerah.

2. Motif Spiral

totebag tie dye motif spiral
Beatriz Da Cozta

Motif tie dye yang satu ini populer dengan nama tie dye spiral Woodstock. Dinamakan demikian, karena memang dipopulerkan oleh para musisi seperti Janis Joplin, John Sebastian, and Joe Cocker.

Jenis motif tie dye spiral juga terbilang mudah untuk dibuat. Cukup dengan mengikat kain totebag dengan tali atau karet gelang. Jika Anda ingin mendapatkan motif yang lebih modern, lakukan pewarnaan dalam gradasi yang sama.

3. Motif Roboh

totebag tie dye motif roboh
Beatriz Da Cozta

Motif tie dye roboh, terlihat sebagai motif acak namun tetap terlihat estetis. Motif inipun terbilang mudah untuk dibuat, yaitu hanya dengan membentuk totebag seperti gumpalan dengan bantuan karet gelang. Pewarnaan motif roboh bisa menggunakan dua jenis warna yang berbeda, jumlah pewarna untuk masing-masing warna terserah Anda, bisa sedikit atau banyak.

Cara Sederhana Membuat Totebag Tie Dye

Totebag tie dye ternyata bisa Anda buat sendiri di rumah dengan bahan-bahan yang mudah didapat. Kelebihan membuat sendiri totebag tie dye tentunya Anda bisa mewarnai totebag dengan warna kesukaan Anda.

Ini material yang Anda perlukan untuk membuat totebag tie dye:

  • totebag polos dari bahan kanvas
  • pewarna kain sesuai dengan warna favorit
  • baking soda secukupnya
  • air secukupnya
  • 2 buah sarung tangan karet
  • beberapa Karet gelang untuk mengikat totebag
  • plastik zip-lock
  • botol plastik sesuai jumlah pewarna kain yang digunakan
  • garam 2 sdm

Setelah semua bahan siap, Anda bisa langsung mulai berkreasi membuat totebag tie dye buatan sendiri dengan mengikuti langkah-langkah berikut:

  • Tempatkan air panas pada wadah kemudian taburkan baking soda. Gunakan campuran air dan baking soda untuk merendam totebag selama 20 menit.
  • Selama menunggu rendaman totebag, Anda bisa mulai menyiapkan cairan pewarna. Gunakan sarung tangan karet yang sudah disiapkan untuk memasukkan bubuk pewarna ke dalam botol plastik, kemudian tambahkan air dan garam secukupnya. Gunakan tutup botol yang sudah diberi lubang untuk menutup botol.
  • Tiriskan totebag yang sudah direndam untuk segera memasuki proses pewarnaan. Kemudian, Ikat totebag menggunakan karet gelang. Sesuaikan pola ikatan dengan pola hasil akhir yang diinginkan.
  • Selanjutnya warnai bagian tote bag sesuai selera dengan menyemprotkan cairan pewarna ke totebag.
  • Setelah selesai dengan proses pewarnaan, masukkan totebag ke dalam plastik zip-lock dan diamkan selama semalaman. Setelah 24 jam keluarkan totebag, lepaskan karet gelang, lalu bilas dengan air.
  • Jemur totebag di bawah sinar matahari agar kering dan warna semakin melekat
  • Setelah kering, totebag tie dye bisa langsung Anda gunakan atau setrika dahulu agar rapi.